a story

Malam ini tampak mendung dan begitu kelabu menurutku…
Entah kenapa..akhir-akhir ini aku merasa lebih sensitive dan amat rapuh. Satu cerita lalu kembali mengusik benakku. Satu cerita yang kukira sudah bisa kuhilangkan. Satu cerita yang kuduga sudah menjadi kenangan, masa lalu, dan telah kututup rapat-rapat. Tak ingin kubuka lagi. Kenangan yang sebisa mungkin tak ingin ku ingat-ingat lagi. Skip this problem from my life. Sekuat tenaga aku berusah tegar dan melanjutkan hidupku,yang baru. Berharap aku memang terlahir di duniaku yang baru ini tanpa pernah melewati semua hal itu.
Keinginan tak selalu sesuai dengan kenyataan. In fact, satu cerita dari masa lalu itu masih melekat dalam benakku. Kenyataan bahwa cerita lalu itu masih berpengaruh amat besar dalam hidupku sungguh sulit kuterima. Mengingat…semua usahaku menjadikan masalah itu tak akan kembali buatku rapuh dan jatuh. Aku pikir aku tak akan bergeming saat mengingat kembali semua detail cerita itu. Semua itu salah. Aku bahkan masih tetap ingin menangis, menangis, dan terus menangis jika mengingatnya. Aku pikir aku cukup tegar setelah mengalami semuanya. Aku pikir aku telah berhasil melewati semua cobaan itu. Hmm…so difficult…
Cukup tegarkah aku? Benarkah selama ini aku menjadi seorang pretender? Berpura-pura tegar di hadapan semua orang, berusah mengumbar senyum dan tawa agar mereka tak khawatir, menyembunyikan semua kegalauan dan kesedihan yang aku rasakan. Tapi, di belakang mereka, selalu menangis tak mau berhenti.
Aku tak mau mereka mengasihaniku. Bukan aku menolak perhatian mereka, bukan aku tak suka perhatian mereka. Aku hanya tak suka perhatian yang berlebihan karena entah kenapa aku selalu merasa kikuk jika mereka begitu berlebihan memperhatikanku. Aku tahu…itu semua adalah bentuk perhatian mereka padaku. Tapi, ah…absolutely, aku tak suka hal-hal seperti itu_aku menyebutnya_“basa-basi bermakna”_
Hal-hal seperti itu selalu saja membuatku semakin terpuruk. Aku memang membutuhkan mereka, tapi aku hanya ingin disampingku, menemaniku, membuktikan I’m not alone, I still have them in my life.. Cukup seperti itu, it’s more useful dibandingkan memberi perhatian yang berlebihan. Bagiku hal itu justru lebih tampak seperti basa-basi kosong tak bermakna daripada sebuah bentuk perhatian. Sampah, mungkin itu kata versi ekstrimnya. It’s useless for me!
Kata-kata mereka agar kuat menghadapi semua cobaan ini, justru membuatku semakin lemah. kata-kata mereka agar aku tak menangis, justru membuatku tak mampu menahan air mataku untuk tak keluar. Aku sendiri, actually, tak tahu harus bagaimana mereka harus bersikap padaku, sesuai keinginanku. Kenyataan..bahwa aku tak cukup mampu menghadapi ini sendirian…
Aku harusnya tahu…ceritaku ini bukan seperti menutup buku yang tak akan pernah dibaca lagi, tapi hanya membaliknya. Lembar baru, halaman baru. yang akan kutulis dengan cerita-cerita baru dalam hidupku. Suatu saat aku akan membuka kembali lembar sebelumnya, mengingat, mengenang. Is it true? Hmm…it seems so simply, rite? Toh yang terindah menurut kita belum tentu yang terbaik menurut Allah untuk kita kan? Ugh…save my words! Dan…aku harap…saat cerita dari masa lalu ini kembali mengusik pikiranku, aku ingat kata-kataku itu. Amien!!

“soMe peoPle say tHat in fRiEnDshiP wE sHaRe eVErytHinG: laugh, pain, stories…and secrets. Even the darkest one…”

_sittakarina_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s