Hey, saya suka kamu! (trust me)

salahkah saya kalo saya merasakan perasaan ini padanya…?

ini bukan saya yang mau!
pantaskah saya berkata seperti itu?
rasa ini timbul apa adanya, saya bahkan baru menyadarinya belum lama ini

Ya, rasa ini ada. Biarpun tiap kali saya berusaha untuk memendamnya, membunuhnya…agar hatiku tak lagi diperbudak oleh hal-hal seperti ini

Rasa ini tetap ada dan muncul setiap dia ada di samping saya. Berkata, mengobrol, memberikan saya wafer coklat, bercanda sambil mengejek saya.
Saya tersenyum…selalu tersenyum…karena dia?
Mungkin…gengsi saya, membuat saya sulit sekali mengakui itu…Saya sebelumnya tidak pernah tahu, apa yang hati saya rasakan, saat saya melihat dia, saat saya mengobrol dengannya. Yang saya tahu, saya merasakan kenyamanan, sebagai teman…ya, ini yang saya rasakan sebelum saya menyadarinya.

Semakin lama, apa yang saya rasakan berubah, saya seperti ‘mencari’ dia…Saya seperti lebih bersemangat pergi ke sekolah saat saya berpikir akan bertemu dengannya. Saya merasa bisa menghadapi semua kejenuhan yang ada..ya karena dia, because of his existence!

Indah…yah, saya akui..perasaan ini sangat indah, dan saya menikmatinya sebagai bagian dari hidup saya…

Perasaan curious itu, want to know all about him, what he is doing…mungkin sudah ada sejak dulu, tapi tertutup karena saat itu saya merasa harus menjaga komitmen saya…juz friends! Kami cuma teman, saya dan dia…
ada orang yang bilang seperti ini: “Perasaanmu tidak pernah salah. Hanya saja pilihanmu selama ini yang salah.”
Jadi, selama ini pilihan saya salah?

Makanya, dari awal saya menyadari perasaan ini, saya tahu…ketika saya mulai membiarkan perasaan ini berkembang menyelimuti hati saya, saya juga harus mulai siap dengan segala resiko di belakangnya, pertemanan ini (bagi saya) mungkin tidak akan lagi semurni sebelumnya, sakit hati melihat dia bersama orang lain, atau kelelahan karena harus memendam perasaan ini agar tetap terjaga…

Ini…dan selalu ini…

Kalau saja saya bisa, saya ingin sekali tidak mengenal perasaan ini, menutup hati saya (sementara) rapat-rapat …tapi buktinya, saya tidak bisa, saya tetap kalah dengan hati saya…ketika saya ada di tengah masalah, saat saya harus memutuskan, membiarkan perasaan ini berkembang atau menutup semuanya, take it or leave it…Nyatanya, hati saya lebih memilih membiarkan perasaan ini tetap di hati saya…

Kalau saja saya bisa, saya ingin sekali meralat semuanya, bilang kalau yang saya rasakan hanyalah perasaan nyaman saat berteman dengannya. Tapi, kalau seperti ini, kenapa saya seperti merasa sedang berbohong?
Beberapa orang mungkin akan berpikir, untuk apa juga saya harus berpikir sampai seperti ini, let it flow saja…Mudah kan?

Hmm..tapi tidak bagi saya yang seorang deepthinker, apalagi dalam masalah hati seperti ini…saya tidak bisa diam, lalu menganggap angin lalu apa yang saya rasakan…

Tahu apa yang saya rasakan sekarang?
Saya seperti sedang ditertawai banyak orang…karena perasaan ini…

“Kamu ga capek diperbudak ama perasaan seperti ini?”
“Kamu ga kapok jatuh berulang kali karena masalah yang hampir sama kaya gini?”
“Kamu ga takut sakit hati untuk yang kesekian kali?”

Satu jawaban : saya takut!


>>>gw ga percaya tulisan ini menggambarkan perasaan gw sekarang…jujur, gw adalah orang yang paling susah ngertiin perasaan gw sendiri, apalagi untuk mendeskripsikan…

ps. di tengah suasana yg cukup hectic (mio yg dicolong orang n membuat para tetangga ramai), t’elen lagi di RSPK, moga proses kelahiran keponakan gw lancar…amin!




Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s