ujung-ujungnya….ya, selalu kamu!

mengusir hadirmu seperti menghitung satu demi satu butiran pasir di tengah gurun

menghapus bayangmu seperti menunggu pelangi di tengah kemarau

susah, melelahkan, juga menyakitkan…

tapi kamu datang…lalu pergi…
lalu datang lagi…

pergi, dan datang lagi…
selalu seenaknya…

Hey! aku lah si pemilik hati…
bukan jalan setapak yang seenaknya kau lewati tanpa permisi
bukan rumah tak bertuan yang semaunya kau masuki tanpa salam dan ketuk pintu

pintu hati ini memang tak kan pernah bisa tertutup rapat
tapi tidak seharusnya kamu perlakukan hatiku seperti itu

aku lah si pemilik hati

aku
:
:
hanya diriku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s