bukan puisi

aku sang pemuja kata
tiba-tiba diam seribu bahasa
di depanmu

napas yang kuhela
awal dari semua
diiringi sebait doa
aku mencoba

ya,
kenyataan bahwa aku bukan pujangga
buatku kelu ucapkan rangkaian kata

padahal kau menunggu
harus kuacungkan jempolku
kesabaranmu

kau mati-matian membunuh bosan
sedangkan aku
hampir mati menahan rasa

mengatur jantung yang berdegup tak beraturan
itu susah tahu!

jari telunjukmu terus mengetuk-ngetuk
seirama dengan detik yang berlalu

walau kau tak jua merasa
aku telah berkata

Tuh kan,
kau langsung pergi
dengan langkah panjangmu

tak menghiraukan aku
yang terdiam kaku

kau marah padaku?
karena telah membuang waktumu sia-sia

kau lupa janjimu
untuk tetap bersamaku
sekalipun kau mati rasa terhadapku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s