(bukan) surat cinta

Dear nijukun,
Tak perlu melihatku, cukup membaca barisan kalimat ini. Pesan yang kukirimkan lewat pelangi belum juga sampai rupanya. Lengkung pelangi memang sangat panjang, butuh waktu lama pesanku sampai padamu. Makanya, sambil menunggu pesanku tiba, bacalah suratku. Bacalah sembari menyapa embun pagi, atau kau lebih ingin ditemani langit malam?

Barisan kalimat ini, rentetan kata-kata ini, tidaklah istimewa. Anggaplah sebuah tanda terima kasih. Tak perlu kita libatkan semua rasa sentimentil itu. Tinggalkan saja di belakang, lihat dan majulah ke depan.

Aku di depanmu adalah seorang teman. Aku di depanmu adalah seorang ‘saudara’. Tapi, kamu di depanku lebih dari seorang teman. Kamu di depanku lebih dari seorang ‘saudara’.

Sahabat.
Ingin sekali menyebutnya sambil tersenyum di depanmu. Karena tidak ada perasaan yang terlibat. Karena kamu berharga. Kita berharga.

Ketika perasaan sentimentil sengaja aku jauhkan di tiap pembicaraan kita, indah sekali ternyata melihatmu sebagai seorang sahabat. Saat aku bisa menjaga hati untuk tetap pada jalurku.

Sulit memang. Pandanganku sering berubah. Ada kalanya kamu terlihat begitu berkilau. Tak jarang terlalu menyilaukan, membuatku harus segera alihkan kedua mataku pada bunga yang layu, pada langit yang mendung. Agar kamu tetap menjadi yang berbedadi antaranya. Agar aku tidak buta karenanya.

Aku berharap kilau itu bukan hanya terlihat olehku. Jadikan kilau itumilik semua orang sehingga aku bisa berbagi terang. Sinar yang bisa membahagiakan dunia, menenangkannya, menjadikannya bangga. Dengan senyummu, dengan semangatmu, di balik kesederhanaanmu.

Rasa ini timbul dari awal yang sederhana menjadi sesuatu yang begitu luar biasa. Terima kasih untuk membuatku belajar menjaga hati. Terima kasih untuk persahabatan murni yang kau ajarkan padaku, walau kamu tak pernah tahu. Terima kasih pada senyum itu…

Indah sekali menjadi sahabatmu, dear…

p.s
Tetap tunggu pesanku.
Mungkin tinggal separuh perjalanan.
Aku pun ingin, kamu merasa indah menjadi sahabatku…

Thanks,

>>tadinya gw dedikasiin ini buat seseorang, tapi gw kayanya terlalu pelit, jadi…ini gw dedikasiin buat semua sahabat gw…luv u all!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s