[PUISI] Kado Tanpa Pita Pink

Karena aku adalah manusia
dan rasa bisa tumbuh di mana saja
seenaknya

janji akan persahabatan tak bisa kuberikan
lakilaki dan perempuan, serta persahabatan
bagiku, harus aku bilang
: maaf
tidak untukmu

hatiku rapuh bak tulang keropos
mataku terlalu rabun untuk dipaksa melihat batas itu
batas persahabatan

haruskah aku menutup mata ketika di depanmu?
membunuh hati ketika kau sapa aku?

ketika batas itu mulai kabur,
itulah saatnya aku melepas rasa

akan kubuang pita asa
yg terjalin pada kado persahabatan kita

kado tanpa pita pink
bukankah tetap bermakna?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s