Mereka tetap yang TERBAIK

Setiap anak pasti akan mengatakan orang tuanya adalah orang tua juara 1 sedunia.
Begitu pun dengan saya. Bagi saya, mereka adalah orang tua juara 1 sedunia.

Walau memang mungkin ayah dan ibu saya tidaklah sempurna di mata orang lain, tapi sungguh mereka lah yang terbaik.

Ada kalanya saya memang merasa iri dengan orang-orang di sekitar saya. Bukan, bukan karena tidak menyukuri apalagi membenci orang tua saya.
Tapi, yang perlu diketahui, hubungan kami berbeda dengan hubungan orang tua dan anak pada umumnya. Setidaknya menurutku begitu.

Hubungan kami terlampau formal. Mungkin memang sudah menjadi sifat dari orang tua kami, sampai akhirnya menurun kepada anak-anaknya. Terkadang saya ingin punya orang tua yang bisa menjadi tempat segala hal yang saya ingin ceritakan. Tapi, malah tidak bisa, tidak terbiasa tepatnya.

Kaku?
Kurang lebih seperti itu.
Tidak semua hal bisa saya sampaikan pada orang tua saya. Tapi, mereka tetap yang TERBAIK.

Ayahku seseorang yang memiliki temperamen tinggi, keras, dan tegas. Tapi, selalu lembut ketika memanggilku “Rustifar”. Ayahku hanya marah memang pada saat beliau benar-benar kecewa, padaku. Ya, saya…si anak bungsu ini begitu banyak menyusahkannya dan membuat beliau marah. Tapi, beliau akan tetap menyayangiku. Bahkan mungkin itu membuat kakak-kakakku iri. Kami tak pernah ‘dekat’, hanya sesekali beliau memberikan nasihat. Itu pun kadang-kadang aku tanggapi dengan acuh tak acuh. Kadang suka tertawa, betapa hampir seluruh sifatnya mirip denganku. Sungguh gen-gen darinya mengalir deras di tubuhku.

Dan kini Ibuku, wanita hebat dalam hidupku. Selalu ada, dan selalu sabar. Ibuku yang kini makin sering lupa. Yang kadang-kadang bisa jadi menyebalkan juga bisa membuatku terbahak-bahak. Semenjak kecil, saya sangat dekat dengannya. Hampir tak pernah lepas darinya. Tapi ya sebatas itu. Saya iri ketika melihat teman-teman yang bisa bercerita segala sesuatunya dengan ibu mereka. Sayangnya, saya tidak. Dan saya sadar ini buah dari didikan mereka.

Tidak. Tidak bermaksud menyalahkan mereka, apalagi menyesalinya. Toh memang setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Hal itu tidak akan merubah apapun. Mereka tetap yang TERBAIK.
Orang tua nomer 1 di dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s