[PUISI] Awan-Awan yang Tersesat

Langit terang, matahari terik
tiba-tiba berganti mendung menyejukkan

ah ternyata hanya ulah awan-awan yang tersesat,
berarak, terbawa angin

awan-awan yang tersesat,
kepadamulah aku bercerita,
soal lelaki muda, pencuri hatiku.

“Wahai awan yang tersesat,
pergilah ke sana, ke tempat cintaku berujung.
Sampaikan padanya, lelaki pencinta…
walau tak ada penyatuan, tak ada eksekusi, bagi masing-masing hati,
aku masih di sini. Berharap.”

Awan-awan yang tersesat,
berarak pergi, menuju tempat singgah berikutnya.

Awan-awan tersesat tak benci angin,
sekalipun tak menemukan jalan pulang,
angin telah membawamu padaku, mungkin juga padanya

Awan-awan yang tersesat,
bisakah kau panggilkan hujan ketika kau bertemu dengannya
suruh dia datang bersama pelangi
biar luruh sedihku. biar reda tangisku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s