[not a Review] YGYM, Madre, Turiya, Ramuan Drama Cinta

1. Ramuan Drama Cinta, Clara Ng
Ini buku ke-2 serial petualangan keluarga penyihir Raya. Buku pertama berjudul Jampi-Jampi Varaiya memang cukup menarik perhatian saya. Pun dengan buku ke-2nya kali ini. Temanya ringan. Ya, cukup dijadikan pengisi waktu senggang. šŸ™‚
Rate: 3,5 dari 5

2. Turiya, Maradilla Syachridar

Awal melihat cover novel ini saya memang langsung tertarik. Ternyata isinya pun cukup memberikan ‘kesan’ di hati saya. Beberapa kalimat seperti curahan hati saya (duileh!). Lebay? Tapi ya begitulah…
Berisi cerita tentang “Kebahagiaan Semu”, kebahagiaan yang bisa dirasakan saat tokoh-tokohnya berada dalam mimpi. Walaupun akhirnya dibuat menggantung, tapi saya cukup bisa merasa empati pada Dwayne ketika persahabatannya dengan Allegra harus hancur karena ada perasaan lain yang muncul di tengah-tengah mereka.
Klise? Eits, itu baru prolog kok. Dalam novelnya lebih banyak menceritakan hubungan Dwayne, Millo dan King. Tiga orang sahabat, dimana cinta King bertepuk sebelah tangan kepada Dwayne, sedangkan Dwayne dan Millo berhubungan secara backstreet tanpa King tahu. Mereka bertiga banyak menghabiskan waktu bersama, oleh karena itu Dwayne dan Millo hanya bisa menikmati waktu mereka berdua saja ketika mereka berada dalam mimpi.
Aneh? Ya…itulah Turiya!

Rate: 4 dari 5

3. Madre, Dee

Buku ini berupa kumpulan cerita yang ditulis oleh Dewi Lestari atau nama pena-nya Dee. Saya sendiri tidak membaca semua bukunya, hanya beberapa. Dan buat saya Madre ini memang keren. Yang lebih spesial lagi, saya berhasil mendapatkan tanda-tangan penulisnya loh, plus bonus gantungan kunci. Ini nih salah satu keuntungan kalau preorder. Dapat bukunya duluan dari jadwal peluncuran di toko-toko buku, bisa dapet tanda tangan, kadang-kadang ada bonusnya juga lagi. *ketagihan beli preorder*

Rate: 3,5 dari 5

4. Yang Galau Yang Meracau, Fahd Djibran
Ini juga buku yang saya beli preorder hampir bersamaan dengan Madre di sebuah toko buku online, so beruntung dapat tanda tangan lagi deh. Belum sempat saya baca sampai habis jadi belum bisa kasih komentar apa-apa. Saya sih memang penikmat karya-karya Fahd Djibran, kata-katanya itu sering jleb gitu di hati. šŸ˜€

“Galau pasti berlalu!”

Rate: ? dari 5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s