[not a Review] IHRM, MSS, DY

Setelah kejadian kehilangan ‘si Putih’, saya menjalani masa detensi dengan membatasi keinginan (dan pengeluaran) saya terhadap semua kesenangan saya. Mulai dari membatasi kebiasaan hedonis saya (hedonis versi mahasiswa, tentunya), pengeluaran untuk makan (yang berlebihan), dan pengeluaran terhadap kebutuhan sekunder. Masa detensi ini berat loh…tapi berhubung didukung niat yang kuat dan determinasi yang jelas, alhamdulillah terlewati. Saking berusaha total dalam masa detensi ini, tak jarang pembatasan pengeluaran kebutuhan sekunder juga bergeser pada kebutuhan primer. Hahaha.*ini irit atau pelit?*
Yang paling susah justru menahan nafsu saya terhadap buku. Mengingat begitu susahnya mengontrol nafsu yang satu ini, selama masa detensi saya pun puasa pergi ke toko buku. Padahal saat normal, saya berkunjung ke sana minimal 1 kali dalam seminggu.
Masa detensi ini baru saya akhiri sekitar 2 minggu yang lalu, ditandai dengan keberadaan ‘si Putih’ yang baru (alhamdulillah!). Dan mulai saat itu juga saya berani mengunjungi toko buku. Agak berlebihan mungkin bagi yang lain, tapi ini sebuah rekor baru dalam hidup saya bahwa saya berhasil mengontrol keinginan saya terhadap buku. 😀

Novel pertama yang saya baca setelah masa detensi adalah “I Hate Rich Men“-nya Virginia Novita. Sebuah novel Metropop yang lumayan lah ya…Meski ceritanya agak gak masuk akal, tapi boleh lah buat penghilang dahaga saya akan cerita-cerita ringan *halah*.
Dan baru-baru ini saya baca buku terbarunya Raditya Dika “Manusia Setengah Salmon”. Pasti tahu lah ya buku ini ber-genre apa. Belum selesai saya baca seluruhnya dan dari hasil membaca (lompat-lompat), saya rasa sejak buku “Marmut Merah Jambu” Raditya Dika kini sesekali menyisipkan bahasan ‘serius’ di tulisan-tulisannya, terutama di tulisan bertema galau. Tentu tanpa kehilangan ciri khas humornya ya, in my opinion.
Ada 1 lagi buku, “Dear You”-nya Moammar Emka. Kumpulan puisi-puisi pendek karya Moammar Emka yang beberapa diambil dari akun Twitter-nya. Bisa dibilang kumpulan kata-kata gombal dan galau. Hahaha. Buku ini pun belum selesai saya baca seluruhnya, dan bacanya pun masih loncat-loncat. Dari hasil baca itu, seringkali saya ketemu sama kata-kata yang jleb banget. Ini salah satunya:

Aku selalu berpikir, saat kamu pergi itulah titik.Ternyata, aku salah! Aku masih dalam lingkaran.”

:’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s