Suatu Saat Nanti

di depanku duduk seorang lelaki di bangku kelabu,
dengan kemeja garis-garis warna langit biru dan lengan baju yang digulung sampai siku
tetap tersenyum meski terlalu lama menunggu

kepadanya aku ingin menyampaikan rindu yang menggebu-gebu, memeluknya dengan malu-malu.
dia, tokoh utama dalam setiap tulisan-tulisanku. dia, teman setia di setiap perjalanan menjelajahi waktu. dia, yang akan selalu menjadi muara rindu.

p.s kepadanya:
nanti, tunggu aku. kita akan bertemu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s