my (overexpectation) long-weekend

Ow yeah…kembali lagi ke rutinitas! Rasanya masih berat ya meninggalkan momen leyeh-leyeh bersama keluarga tercinta menikmati long-weekend. Yaaa, jadi ceritanya 4 hari kemarin itu, keinginan saya untuk berlibur dikabulkan oleh Papita dan Mamina. Meski ternyata liburan kali ini sebenarnya lebih ditujukan buat keponakan-keponakan saya dan Mamina yang mau belanja. So, hari Kamis kemarin orang-orang rumah (plus 4 keponakan lengkap! minus kakak ipar pertama saya, red.) pergi lah ke ibukota. Saya yang notabene bertempat tinggal di kawasan pinggiran Jakarta akhirnya memutuskan untuk menyusul. Meeting point: Stasiun Sudirman.
Sempat diawali dengan drama ‘salah pintu keluar’ sampai menyebabkan saya dan Mamina muter-muter gak ketemu-ketemu, ya akhirnya ketemu juga sih. Biasa, mood memburuk karena emosi terkuras ketika berdebat dengan Mamina. Heheheu.
Dari Stasiun Sudirman, berangkatlah kita ke sebuah mall di Jakarta. Tujuannya mengantarkan para krucil untuk bermain di Kidzania, setelah sebelumnya mengantarkan Papita ke hotel (beliau lebih memilih leyeh-leyeh di hotel) di daerah Semanggi. Karena saat itu saya lapar berat, saya pun memilih untuk tidak ikut masuk ke Kidzania dan memaksa Mamina menemani. Oke, ternyata para krucil betah banget di sana. Saya dan Mamina menghabiskan sekitar 3 jam untuk berkeliling tak jelas demi menunggu mereka. Dengan kondisi saya memakai wedges 7-senti. Bayangkan saja!
Besoknya…inilah agenda tersembunyi Mamina: Belanja! Maka pergilah kami ke Thamrin City. Ya, lagi-lagi seakan-akan tak kapok, saya memakai wedges 7-senti itu lagi. Dan kali ini total 4 jam saya full-jalan mengikuti Mamina yang tawar sana-tawar sini. Jangan tanya gimana rasanya ya! >,< (Pelajaran 1: jangan sok-sokan pake wedges kalau mau nganter Mamina belanja!)
Besoknya lagi, lokasi berpindah ke Bandung. Kali ini agendanya menghadiri pernikahan saudara, meski saya sendiri tidak melihat dan tidak mengenal muka pengantinnya (jadi cuma numpang makan doang). Setelah itu pulang ke hotel berhubung semuanya sudah sangat kelelahan. Besoknya sebelum mengantarkan saya ke Terminal Leuwipanjang, Papita akhirnya mengabulkan keinginan Mamina yang mau ke Pasar Baru. Tak disangka barang-barang di sana mahal-mahal (berdasarkan pemikiran Mamina), apalagi kalau mau dijual lagi. Nampaknya, pedagang-pedagang di sana hampir semuanya menjual dengan ‘harga turis’. Jadilah kita tidak begitu lama di sana (alhamdulillah!). Agenda dilanjutkan dengan makan siang dan mengantarkan saya ke terminal. Orang rumah kembali ke Cirebon, dan saya kembali ke Depok.
FYI, ini kali kedua saya pergi dari Bandung ke Depok naik bus. Nyaman-nyaman saja sih sebenarnya, kalau tanpa hasrat kebelet pipis dan arus kendaraan yang macet. Wajar sih memang kalau kondisi jalan macet begitu, apalagi kemarin hari terakhir dari long-weekend ini. Tapiiiii…kalau harus nahan pipis berjam-jam juga agak bikin resah-gelisah ya selama perjalanan. (Pelajaran 2: pipis dulu sebelum bepergian). Akhirnya, jam setengah 6 saya pun sampai kembali di Depok dengan selamat sambil meringis menahan pipis. Kembali menghadapi kenyataan bahwa pada keesokan harinya (hari ini), saya ada jadwal asdos pagi dan langsung dilanjutkan user-interview di sebuah perusahaan. :”)
Hohoho, yang penting senang, yang penting  ALHAMDULILLAH!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s