Untuk Laki-Laki yang Dipaketkan Tuhan

 

“What do you do when your hearts in two places?
You feel great but you’re torn inside.
You feel love but you just can’t embrace it,
When you found the right one at the wrong time.”

Pixie Lott, Broken Arrow

Aku tak tahu hal baik apa yang sudah aku lakukan di masa lalu, sampai kiranya Tuhan begitu murah hati mengirimkan hadiah saat aku berulang tahun begitu cepat. Atau mungkin itu berkat doa-doa orang terkasih saat mengirimkan ucapan ulang tahun padaku.

Yang aku tahu, selang beberapa hari dari hari ulang tahun-ku, Tuhan mengirimkanku seorang laki-laki. Seolah-olah dijatuhkan Tuhan ke bumi secara tiba-tiba, hanya untuk mengagetkanku dan memberi aku kejutan. Laki-laki itu penuh percaya diri, dia tawarkan hati berpita emas sembari meminta izin untuk masuk dalam hidupku. Sementara dia sebenarnya tahu bagaimana kondisiku yang saat itu masih kacau balau. Entah apa rahasia Tuhan sampai bisa menumbuhkan perasaan yang begitu tulus pada hati laki-laki itu.
Lalu, bagaimana aku bisa menolak hadiah dari Tuhan?

Meski ragu, akhirnya aku setuju membiarkannya masuk. Kupikir kami akan baik-baik saja, kupikir semuanya akan berjalan mudah. Nyatanya…itu hanya sebatas pikiranku.
Aku menolak, aku berontak. Lebih tepatnya, hatiku. Di saat dia bersemu-semu melihatku tersenyum, hatiku berteriak menolak. Di saat dia menyampaikan rindu yang menggebu-gebu, entah kenapa aku merasa bersalah. Di saat dia mencoba mengerti dan memaafkan segala tingkahku yang menyebalkan, aku gelisah.
Aku menyerah pada hatiku. Tadinya kupikir waktu akan membantuku merapikan semuanya, kemudian akhirnya aku bisa menyisihkan sebuah ruang untuk dirinya. Tapi ternyata ruang ini terlalu penuh untuk dia. Terlalu penuh dengan kenangan, ketakutan, dan harapan yang belum tersampaikan.
Untuk laki-laki yang dipaketkan Tuhan, terima kasih rasanya terlalu sederhana untukmu. Untuk semua yang sudah kamu berikan padaku, untuk hati berpita emas, untuk setangkai mawar, untuk sebuah boneka beruang, untuk genggaman tangan, untuk tepukan halus di puncak kepala, untuk sapaan hangat, untuk coklat, untuk momen-momen yang pernah kita bagi bersama.
Meski kamu membenci kata ini, tapi harus kukatakan: Maaf.
Pergilah, terbanglah. Doaku agar kamu menemukan seseorang yang lebih baik, mungkin terdengar klise. Tapi tak ada yang tahu rencana Tuhan atas kita dan aku hanya bisa menyampaikan doa terbaik untukmu.
Advertisements

3 thoughts on “Untuk Laki-Laki yang Dipaketkan Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s