Melepas 2015

What?? Sudah akhir 2015? Men, perasaan baru kemarin awak beresin remah-remah hati yang berantakan gara-gara gebetan diambil orang. Hahaha.

Januari

Setelah 6 bulan menjadi pengangguran tanpa pemasukan dan inspirasi tiba-tiba datang kepengen mengejar cita-cita meneruskan kuliah ke luar negeri, bulan ini memulai masa-masa belajar di kelas kembali buat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Maksudnya sih persiapan sebelum ambil tes IELTS. Ketemu teman-teman baru yang ternyata asyik dan seru, dengan beragam latar belakang-umur-dan karakter. Nyatanya pret banget, rencana mah rencana… eksekusi ambil tes IELTS terhalang niat, keberanian, sama nilai USD yang beranjak naik. Akhirnya memutuskan menunda impian sampai batas waktu yang belum ditentukan. XD

Februari

Masih berkutat dengan dunia job hunting. Dicoba lah segala kemungkinan walau hasilnya ‘ya gitu deh’.

Maret

Mungkin ini salah satu bukti ‘rezeki sudah diatur Tuhan’. Lowongan pekerjaan muncul di timeline Twitter dan gue terilhami buat melamar. Sebuah pekerjaan yang sebenarnya bukan gue banget, tapi gue bela-belain buat mencoba sesuatu yang baru di dunia yang gue cintai: kepenulisan.

April

Bekerja dengan seorang womanpreneur, penulis, penggiat komunitas, influencer membuat gue belajar amaaaaat banyak. Semakin banyak orang yang dikenal, tahu ilmu-ilmu baru, datang ke tempat/acara yang kece dan seru, dapat kemampuan softskill yang kayanya ngga bisa gue dapatkan sebelumnya seandainya gue ngga ambil job ini.

Di luar pekerjaan, gue bersama #geng8 pergi jalan-jalan ke Yogyakarta. Tumben kan bisa bareng-bareng pergi, jauh pula! Walaupun masih ngga lengkap karena satu orang masih tersesat di hutan Kalimantan waktu itu.

Yogyakarta lagi? Ih ini kota emang ngga pernah bikin bosan sih. *uhuk* Padahal modus! Apalagi kalau bukan ketemu gebetan. Hahaha!

Juni

Namanya juga hidup, ada enak dan ngga enaknya. Walaupun kerjaan awak seru banget, tapi ya gue harus struggling dengan semua hal-hal baru itu. Dituntut untuk bisa cepat beradaptasi, juggling dari kerjaan satu ke kerjaan lainnya.

Sampai suatu hari nyokap bertanya:

“Kamu senang Git kerja yang sekarang?”

“Senang, Mam. Banyak ketemu orang baru.”

Nyokap gue terang saja kaget. Gue sendiri sebenarnya pas ngomong gitu ngga sadar sih. Gue termasuk orang yang malas mingle, bukan orang yang gampang sosialisasi sama orang. Tapi, somehow, gue menjadikan itu alasan.

Kemudian gue mengerti, yang gue sukai dari pekerjaan ini adalah selalu ada sesuatu yang baru, sesuatu yang tampak cool (menurut gue), sesuatu yang seru dari pekerjaan gue. Itu yang buat gue excited.

Juli

Mulai bisa membaca pola pekerjaan tipe projectbased kaya gini. Mulai bisa handle dan manage tanpa stress sendiri karena ngga tahu harus bagaimana.

Urusan asmara?

Seseorang dari masa lalu (sebut saja: mantan) menawarkan masa depannya kepada gue *halah*. Gue akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan harapan palsu lagi. Di lain pihak, gue mencoba menyelesaikan urusan yang mengganjal di hati. Mengambil risiko bersama gebetan mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan ‘what-if’ kami. Senang? Hmm, well

Agustus

Ini bulannya #geng8hajatan. Salah 2 dari anggota #geng8 akhirnya mengakhir masa-masa dilematis mereka. Alhamdulillah ya, ikut senang dengan eksekusi yang bahagia itu setelah mengarungi masa-masa pasang-surut putus-nyambung hampir 7 tahun. 😀

IMG-20150816-WA0057

#geng8hajatan: Sylvi – Zaki

Memulai rencana perusahaan baru dengan para bos. Ikut meeting sana-sini, bongkar pasang proposal, riset beberapa hal. Cukup bikin puyeng, tapi worth to learn.

September

Hmm, bentar… Ada apa ya di bulan ini selain ulang tahun Mama & kakak ipar?

Oktober

Malang lagi!!! Berhasil kabur dari rutinitas kerjaan dan mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk kembali mengunjungi Bromo. Menuntaskan hasrat melihat kawahnya yang gagal dilakukan di tahun 2014.

Mulai aktif kerja fulltime lagi di kantor baru yang lokasinya diiiiiiiiiiii… SLIPI! IYAAA, JADI AWAK HARUS PP DEPOK-SLIPI TIAP HARI!

November

Tambah umur! Biasanya bulan November itu selalu jadi bulan favorit gue. Sayangnya, bulan November kali ini harus ditandai dengan kegagalan.

Iya. Akhirnya gue dan partner memutuskan untuk kembali seperti dulu, which is, kami jadi lebih nyaman dengan itu. Sedih? IYA LAH! Emang hati gue terbuat dari semen beton, patah hati terus ngga mewek apa?! Sedih sih sedih ya, pakai acara mewek juga. Tapi kalau gue ingat-ingat lagi gue cuma butuh satu hari itu pun hanya dalam hitungan jam untuk meratapi dan meneteskan air mata. Setelahnya cuma galau-galau biasa.

Nah, sejak tahu gue back to the market, atasan-atasan gue langsung pada giat menjodoh-jodohkan tiap laki-laki single yang ada di muka bumi. Oke, ini lebay sih. Tapi pokoknya tiap ada yang potensial, atasan gue pasti langsung ceng-cengin gue. Nemu yang single, mereka pasti ‘Eh Git, aku jodohin sama Mas X ya! Oke loh dia…’ dan segala usaha lainnya. -.-

Lain waktu, gue diceng-in sama rekan di kantor. Persis di depan orangnya. Keki-keki-kocak lah. Di momen lain lagi, gue yang cuma ngobrol barang berapa menit doang dengan videografer acara yang lagi gue handle eh udah langsung jadi bahan pembicaraan di grup Whatsapp. Gue sih santai ya. Kata orang kan gue disuruh membuka hati. Gue jadinya hahahihi-in aja semua usaha perjodohan itu. Lucu-lucuan.

Desember

#Geng8hajatan lagi! Muty akhirnya menemukan teman hidupnya. Alhamdulillah, 3 dari 8 orang sudah mengarungi fase kehidupan baru.

IMG-20151205-WA0059

#geng8hajatan: Muty – Kak Ikhsan

Sementara itu, gue mengenal seseorang yang baru. Ngga baru-baru amat sih, kita pernah ngobrol sebelumnya di tahun lalu. Terus dipertemukan lagi. Terus akhirnya coba bertemu langsung. Obrolan berlanjut, tapi awak masih tak tahu mau dibawa ke mana. 😀 😀

Mungkin ini jadi salah satu dari sekian faktor proses gue beranjak dari kepatahhatian bulan lalu berlangsung cepat. Gue ngga mengira sih bakal sesingkat itu gue menerima keadaan dan ya sudah gitu… gue buktinya ngga yang tiap hari meratapi nasib, memandang ke luar jendela, kemudian curhat galau di media sosial *kasih backsound hujan rintik-rintik*. Hal yang patut disyukuri adalah gue dan partner dulu belum banyak berbagi kenangan *tsailah*. Jadinya gue ngga merasa banyak perubahan. Soal komunikasi pun ngga banyak yang berubah, toh dulu frekuensinya jarang. Malah sekarang ngga pakai mikir-mikir ‘Duh gue kontak dia ngga ya.’, ‘Hmm, dia kok balasnya lama ya.’, atau ‘Kira-kira dia sibuk ngga ya?’. Sederhananya, kami merasa lebih baik. Saya pun sudah jauh lebih baik.

Di lingkungan pertemanan, bulan Desember ini jadi bulan di mana teman-teman dekat mengirim undangan pernikahan untuk membuka tahun 2016. Termasuk si mantan yang ternyata akan menikah di hari Minggu ini (yang sayangnya gue ngga diundang, 😂).

Pekerjaan? Mari berdoa semoga semua urusan lancar dan tetap berlimpah berkah. Aamiin.

Resolusi 2016? Melanjutkan semua harapan, urusan, impian tahun 2015 yang belum direalisasi. Sampai jumpa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s