on enjoying the journey

“Mama bingung kalau ditanya kamu kerjanya apa?”

 Oh yes! Ini bukan kali pertama nyokap bilang begitu. Tentunya kepulangan kemarin jadi momen buat gue untuk menjelaskan tentang apa yang gue kerjakan. Ngga tanggung-tanggung; bokap nyokap , 2 kakak plus kakak-kakak ipar turut serta mendengarkan. Agak sulit memang mendeskripsikan pekerjaan kepada sebuah keluarga atau lingkungan yang lebih banyak mengenal profesi-profesi konservatif seperti dokter, guru, PNS, dosen, dan sebagainya.

Sebenarnya bisa dengan gampang gue bilang gue adalah project manager di sebuah startup yang bergerak di digital media. Tapi kekhawatiran gue kalau nantinya keluarga gue berekspektasi lebih dan jumawa sampai menimbulkan iri-dengki pada orang lain, gue malas menyebut titel tersebut. Toh itu sekadar titel, meski dibilang posisi awak cukup signifikan… kenyataannya gue hanyalah remah-remah rengginang yang terbuang. *halah*

HAHAHA. Ngga semengenaskan itu sih ya pastinya. Tapi job description gue masalahnya ngga sesederhana pekerjaan seorang bendahara misalnya, yang orang bisa langsung nangkep kalau dijawab hanya dengan ‘ngurusin duit’. Sebagai #anakstartup, gue (mulai) terbiasa dengan tugas rangkap. Gue bisa jadi HR staff, beberapa menit kemudian jadi personal stylist -slash- photographer, lain waktu gue disuruh juga ngurusin duit. Disuruh bikin presentasi untuk pitching, ya hayuk lah. Disuruh meeting ketemu klien, ya monggo. Pokoknya segala urusan ya gue urusin, General Affair -slash- Executive Assistant berselimut titel Project Manager. Sounds cool, right? I – N – D – E – E – D.

Sayangnya… untuk menjelaskan ke keluarga gue jawaban dari ‘Kamu kerja apa sih?’ itu butuh lebih dari sekadar waktu dan tenaga, mood juga penting untuk menampung semua pertanyaan-pertanyaan yang muncul bertubi-tubi.

Digital media network yang dibentuk oleh bos-bos cihuy gue ini terhitung baru. Kayanya tengah tahun kemarin gue baru bikin business plan-nya, dan Oktober 2015 gue mulai ngantor full time. Walaupun baru, dengan menyandang kata ‘network’ tentunya portal yang ada dalam perusahaan ini tidak hanya 1.

Ada berapa? RATUSAN!

Well, ngga. Di awal ini kami cuma buat 10 portal dengan tema berbeda-beda. CUMA? OH, TIDAK! Ini bukan CUMA. Membangun dan mengelola 10 portal itu ibaratnya mengasuh 10 bocah. Sebagai seorang project manager, salah satu tugas gue adalah menghubungkan antara developer team dan ke-10 managing editor yang punya cara berkomunikasi berbeda-beda. Kebayang?

Kalau misalnya ada masalah di portal, ini gue semacam babysitter yang kelabakan ngurusin 10 bocah yang nangis bersamaan. Pas sekarang sudah agak stabil saja, gue ogah ngebayangin kalau portalnya nambah lagi (karena diwacanakan akan ada 20 portal *mabok*. Mungkin rasanya macam emak-emak kalau lakinya minta nambah anak. WHATTTT? Nambah anak lagi? Ini anak-anak masih cilik-cilik tho! Situ aja yang ngurus!”

Lalu, apakah ini seru? BANGET! Awal-awalnya sih sulit untuk diingkari yaaa kalau diri ini sempat merasakan stress. Maklum kayanya jiwa raga masih merasa shocked setelah 1 tahun lebih jadi freelancer, terus berganti status jadi full-timer dan commuter Depok-Slipi. Tapi seiring waktu jiwa raga semakin kuat, pekerjaan semakin stabil, dan makin terampil menghadapi masing-masing ‘bocah’ itu; gue jadi bisa mulai menikmati ritme dan alurnya. Ada banyak hal-hal seru dan ilmu baru yang bisa gue dapatkan, yang harapannya bisa berguna buat gue ke depannya.

Nah, balik lagi ke momen harmonis bersama keluarga tadi. Nyokap dan bokap termasuk orang yang berkali-kali bertanya apakah gue menyenangi pekerjaan ini? Meski mereka bilang “Yang penting kamu senang.” Gue paham betul mereka berdua masih mengharapkan gue untuk memilih pekerjaan yang agak lebih konservatif, belum lagi pertimbangan gelar sarjana gue yang sekarang tinggal gelar doang. HAHAHA. Kemudian gue teringat kutipan ini:

“Sometimes the people around you won’t understand your journey. They don’t need to, it’s not for them.”

Gue yakin perlahan orang-orang yang sekarang bertanya-tanya, kemudian akhirnya mempersilakan gue untuk memilih yang gue mau, dan tetap mendukung gue adalah orang-orang terpilih. Terima kasih 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s