Image

Bagaimana jika?

jika

Laki-laki di sampingku tersenyum

dari matanya, tahu benar aku, ia mendengarkan.

tangannya menggenggam, menautkan jari-jarinya pada kelima jariku.

sesekali genggamannya mengencang, memberi tanda.

“Aku mengerti.”

Mulutku tak henti bicara. Imajiku bergerak liar.

Tapi ada satu rasa yang tidak pada tempatnya.

Saat tangan masa lalu menusuk dari belakang punggungku,

menikam tanpa ampun.

Kali ini genggaman tangannya tak mampu menyelamatkanku.

Matanya kini menemukanku,

sedang bertanya:

“Bagaimana jika masa lalu lebih erat memeluk tubuhmu,

menggenggam tanganmu, dibandingkan seseorang yang kini di sampingmu?”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s