Hidup ini kadang lucu ya. Di saat orang-orang lain mengawali tahun baru mereka dengan resolusi dan optimisme, saya (terpaksa) harus mengalami kesedihan yang teramat dalam. 2018 menyambut saya dengan duri-duri tajam, membuat hari-hari terakhir ini rasanya penuh sesak.

Di akhir tangis, lalu saya menertawai diri sendiri. Mau apa kamu kalau di awal begini saja sudah hancur lebur?

Saya tak menyangka akan sepatah ini jadinya. Sampai benar-benar terjadi. Sampai saya akhirnya merasakan kembali menangis sampai tertidur. Sampai saya benar-benar merasa sesak yang sakit, sungguh sakit. Iya, saya tiba-tiba terbangun karena merasa amat sesak. Merasa jatuh terpuruk, sendirian, dan gelap.

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s