suatu saat nanti

suatu saat
akan kukirimkan sekardus kata-kata padamu
melalui titipan kilat angin senja

apakah kurang?

oh, ok…
akan kutambahkan seplastik rasa
dengan jalinan pita asa

tunggu saja,
sampai pelangi tiba

tenanglah…kirimanku pasti datang
suatu saat nanti…

Advertisements

ujung-ujungnya….ya, selalu kamu!

mengusir hadirmu seperti menghitung satu demi satu butiran pasir di tengah gurun

menghapus bayangmu seperti menunggu pelangi di tengah kemarau

susah, melelahkan, juga menyakitkan…

tapi kamu datang…lalu pergi…
lalu datang lagi…

pergi, dan datang lagi…
selalu seenaknya…

Hey! aku lah si pemilik hati…
bukan jalan setapak yang seenaknya kau lewati tanpa permisi
bukan rumah tak bertuan yang semaunya kau masuki tanpa salam dan ketuk pintu

pintu hati ini memang tak kan pernah bisa tertutup rapat
tapi tidak seharusnya kamu perlakukan hatiku seperti itu

aku lah si pemilik hati

aku
:
:
hanya diriku

hiperbole!

bu…
aku cinta dia
merindunya, sangat!

aku lelah, ingin menangis, tapi ia tak jua menoleh pada diriku…
jauh..jauh..terlalu jauh bu…berlari, menggapainya…

aku ingin berhenti bu…
untuk semua ini, tapi kenapa
aku tak bisa bu…

apakah hatiku terlalu rumit bu..

atau terlalu sederhana?
sampai dia bosan untuk melihatnya…


bu..
cerita ini tak berujung, tak kan pernah berakhir
tetap sama, tak berubah, terus berulang

bu…
lelahkah dengarkan cerita ini?
bayangkanlah aku bu…
kembali ke ‘tempat’ yang sama
untuk ke sekian kali

haruskah aku terbang bu…
jika berlari pun tak berguna

bu…
dia yang tak pernah ‘ada’
dia yang tak pernah terjangkau
dia yang tak pernah tergantikan

atau
justru aku yang tak terlihat?

dia yang ‘hitam
atau justru
aku yang ‘hitam‘?

invisible, unreachable, irreplaceable…

I just want you to know what I feel…
*still longing for u*


>>bagian dari ‘gudang kata-kata’ gw, yg isinya sedikit hiperbola menurut gw…hehehe, mungkin salah satu hobi gw ‘melebih-lebihkan’ kali ya,,,
>>karakter aku, dia, dan ‘bu’ mungkin tak pernah ada ()